Belum lama ini saya menceritakan sebuah produk terbaru yang dimiliki oleh salah satu start-up pendidikan terbesar di Indonesia, Ruangguru. Ruangguru telah meluncurkan sebuah produk belajar bernama Ruangbelajar. Nah kalau kalian sebelumnya sudah pernah membaca tulisan tentang pengalaman saya menggunakan fitur-fitur yang dimiliki ruangbelajar, pastinya kalian sudah tahu keuntungan menggunakan ruangbelajar, kelebihan-kelebihan yang dimiliki ruangbelajar, dan pastinya juga kekurangan-kekurangannya.

Oke sekarang saya mau cerita tentang pengalaman saya sewaktu mencari sebuah buku novel di toko buku Gramedia, Matraman, Jakarta. Tiba-tiba bertemu seorang teman lama, dia itu ketua ekskul tari saman di SMA saya dulu.

“Oi!” Saya tepuk pundaknya. Dia menoleh, mendelik, semacam orang yang baru aja ngeliat barang berharga.

“Haaai!!! Gila lo ngagetin gua aja, kemana aja lo?” Telunjuknya mendarat di dada saya dengan keras berulangkali. Empat tahun saya nggak ketemu Marla.

“Ehehehe, gua kuliah Mar di luar Jakarta,”

“Terus udah lulus?” Alis mata kirinya naik, kedua tangannya melipat di depan dadanya. Maklum dia bersikap begitu, saya dan Marla dulu sering jalan-jalan bareng, makan bareng, dan dia sering nyatetin materi pelajaran yang gurunya ngga saya suka. 

Perpustakaan adalah tempat menarik buat saya menghindar dari guru yang cara mengajarnya terlalu monoton dan membosankan.

“Udeh, udeeeh. Maret kemaren gua lulus kok.”

Dua tangan yang terlipat sudah turun. Tetiba saja sebuah jempol mungil mendarat di hidung saya.

“Mantaaab, gitu dooong!!!” Katanya begitu bersemangat. Anak ini masih aja gesit, tangan saya langsung ditarik.

“Dih, mau ke mana sih lo Mar. Gua mau cari novelnya Jostein Gaarder nih.” Protes saya

“Udaah temenin gua dulu nyari pesenan orangtua gua buat adek nih. Adek gua sebentar lagi mau Ujian Nasional.”

“Yaelah buku latihan UN mah di sana tuh deket pintu masuk,” saya berusaha melepas tangannya dan mencoba berjalan ke arah berlawanan.

“Sok tau banget si lu. Siapa juga yang mau beli buku latihan UN.” Tangannya kembali menarik tangan saya. Sekarang dua tangan yang dia gunakan.        

“Gua tuh disuruh beli produk barunya ruangguru. Katanya ada produk video belajarnya yang nggak mesti pake kuota. Nah kalo dari infonya sih di Gramedia sini ada.”

“Bentar, bentar. Ruangguru yang start-up pendidikan itu kan? Belum lama ini gua dateng tuh ke acara launching brand ambassador sekaligus launching produknya.”

“BODO!!!”

 “Yee songong lu. Gua serius ini, lo nggak mau dengerin cerita gua dulu?”

“Gua udah baca tulisan di blog lo. Di situ lo bilang kan kalo kekurangannya itu mesti pake kuota. 
Nah ini ada yang ngga harus pake kuota. Makanya emak gua nyuruh beli buat adek gua.”

“Canggih juga emak lo bisa update masalah ginian.”

“Haha biasa paguyuban emak-emak penjemput anak. Masalah perkembangan dunia pendidikan mah update emak gua.” Dengan gaya menyebalkannya Marla tolak pinggang sambil cengar-cengir.

“Hmm yaudah ayok gua temenin cari,” karena penasaran sama produk Ruangguru yang baru, yaudah saya ikutin kemauan Marla.

“Mba, mba. Tempat dijualnya produk ruangguru di sebelah mana ya?” Tanya Marla ke salah satu pegawai Gramedia.

“Oh itu di sebelah sana mba. Nanti ada standnya, pokoknya tulisannya itu Ruangguru On The Go,” mba Gramedia menunjuk ke arah pintu keluar Gramedia. Mbanya cukup ramah.

“Ah iya itu ruangguru On The Go mba. Oke makasih ya, ayo Ri!” Marla dengan gesit menarik lagi tanganku.

Ahirnya kami menemukan stand Ruangguru On the go. Di sana ada mba-mba ramah yang menunggu dan sedang menjelaskan kepada seorang ibu yang sedang bersama anak laki-lakinya. Ibu itu sangat mendetail. Anaknya asik main gadget. Dan Marla sedang melihat-lihat atau lebih tepatnya ia sedang membaca kata-kata yang tersedia pada kotak produk ruangguru on the go itu.

Gambar. Stand Ruangguru On The Go

“Ri, ada dua nih yang gede dan kecil. Yang gede ada tulisan ekstranya. Ekstranya apa sih Ri?”

“Lah mana gua tau. Kan gua juga baru ke sini, itu pun dipaksa lo.” Kataku sambil masih 
memperhatikan produk-produk ruangguru yang ada pada stand.

“Ah elo taunya apaan sih.” Tanpa memandang ke arah saya, Marla berucap seenaknya.

Marla masih saja menyebalkan. Berbicara ceplas ceplos semaunya. Kemudian dia bertanya ke mba-mba yang menjaga stand, ibu dan anaknya yang sedaritadi bermain gadget sudah pergi. Sebuah kotak produk ruangguru on the go terlihat ada digenggamannya dan ibu itu berhenti di depan kasir. Dia membelinya, mungkin untuk anak laki-lakinya itu.

Marla dan mba-mba penjaga stand terlibat dalam percakapan yang lumayan intim, mereka membahas produk ruangguru yang dijual. Marla kemudian diberikan kesempatan oleh mbanya mencoba langsung produknya, sepertinya memang sudah disediakan khusus untuk dicoba bagi para pembeli.

Ia sudah mencoba semuanya, dan sepertinya tidak ada pertanyaan yang terlewat satupun. Marla adalah perempuan yang sangat detail, terstruktur, dan akan bertanya sampai mendapat jawaban yang memuaskan. Maklum golongan darah A.

Ia sudah selesai berurusan dengan mba-mba penjaga stand itu. Sekarang sebuah kotak Ruangguru On The Go ‘Ekstra’ sudah ada di genggamannya.

“Yuk Ri ke kasir,” ajak Marla. Tapi tangannya saya tahan.

“Enak aja langsung ke kasir, gua kan belom dapet novelnya.”

“Yaudah ayo cepet, jangan lelet ah,” lagi-lagi, Marla berkata seenaknya.

Ahirnya saya mendapat novel yang dicari. Kami membayar ke kasir dan kemudian menyempatkan waktu untuk makan bersama. Kita saling menceritakan hal-hal seru selama kita tidak bertemu. Marla begitu bersemangat, makanannya pun sepertinya sudah dingin, hanya sekali ia menyendoknya.

“Mar, buka dong itu kotak ruangguru on the go nya, pengen gua review lagi,” kata saya ketika ia selesai bercerita.

“Engga ah, nanti gua diomelin nyokap. Ini kan buat ade gua,” Marla menolak sambil menyendok makanannya yang terlihat sudah tidak menggiurkan.

“Hmm yaudah kalo gitu nanti pas ade lo udah make itu OTG, ceritain ke gua ya. Harus detail!”

“Iyaaa. Lo tuh kalo udah ada maunya bawel ya.”

“Lengkap sama foto-fotonya ya,” sambung saya.

Karena hari sudah mulai gelap, kami bersepakat untuk pulang ke rumah masing-masing. Obrolan dilanjutkan di motor. Marla saya antar sampai rumahnya, karena kebetulan jarak rumah kami tidak terlalu jauh.

Keesokan harinya Marla memenuhi janjinya untuk menceritakan seperti apa produk baru dari Ruangguru itu.



Marla: Lo pengen nge-review kan? Oke gua ceritain se detail mungkin ya. Di dalam kardus Ruangguru On The Go itu pas dibuka isinya ada banyak.

1. Gantungan kunci
2. USB-OTG
3. Catatan sahabat
4. Study schedule
5. Sticker
6. Manual RGDB
7. Manual Ruangbelajar
8. Kode aktivasi RGDB
9. Kode aktivasi Ruangbelajar


Gambar. Isi dalam kotak Ruangguru On The Go!

Daan lo harus punya Handphone android minimal Kitkat, soalnya itu yang support buat USB-OTG nya. Di bawah itu engga bisa.

Saya: Oh jadi di dalemnya itu banyak ya? Berarti kalo udah beli itu kita bisa akses ruangbelajar tanpa kuota? Terus itu juga dapet kode aktivasi ruangguru digitalbootcamp?

Marla: Yoi Ri, tapi ini semi offline gitu

Saya: Maksudnya? Coba deh fotoin mulai dari USB OTG itu di pasang sampe videonya bisa keakses

Akhirnya Marla pun mengirimkan proses-proses aktivasi ruangbelajar dengan menggunakan USB OTG itu.

   
  1. Mulanya kita harus masuk ke aplikasi ruangguru, tentunya dengan menggunakan kuota


Gambar. USB OTG sudah terdeteksi
   2. Kemudian pasang USB OTG dan kemudian muncul notifikasi kalau USB sudah terpasang dan siap di aktivasi

Gambar. Notifikasi OTG sudah dapat digunakan

  3. Kemudian masukkan kode aktivasi. Kodenya ada pada voucher yang sudah di sediakan. Kita harus pilih sesuai kurikulum yang digunakan di sekolah kita


Gambar. Voucher aktivasi dan notifikasi aktivasi kode voucher
     
  4. Setelah di aktivasi, kita akan menerima notifikasi seperti gambar di bawah ini. Tinggal pilih ya atau tidak

Gambar. Notifikasi konfirmasi pengaktifan

     
  5. Kalau sudah aktif kita tinggal pilih mata pelajaran apa

Gambar. Homepage setelah aktivasi
  6. Setelah itu kita bisa akses semua video belajar pada journey topik yang kita pilih  
     
                   

Gambar. Video belajar animasi sudah dapat terakses tanpa kuota

Semua itu saya dapet dari informasi yang diberikan Marla. Saya juga sempat menanyakan bagaimana dengan paket ruangguru digitalbootcamp? 

Kalau menurut info yang diberikan oleh Marla, untuk ruangguru digitalbootcamp, kita hanya tinggal mengirim kode aktivasi yang sudah ada pada voucher ruangguru digitalbootcamp, kemudian kita kirim melalui whatsapp/sms ke nomer yang sudah tersedia pada voucher tersebut. Setelah itu kita akan dimasukkan ke dalam sebuah grup diskusi belajar sesuai dengan kelas yang kita pilih ketika membeli paket ruangguru On The Go!

Gambar. Voucher Ruangguru Digitalbootcamp

Mungkin ruangguru digitalbootcamp masih agak asing buat kalian, termasuk buat saya. Sebenarnya sih udah saya minta ke Marla buat jelasin juga seperti apa itu digitalbootcamp. Tapi adeknya belum pakai fitur itu. Yasudah ahirnya saya cari tahu di websitenya langsung. Kalian juga bisa lihat lebih detail seperti apa ruangguru digitalbootcamp itu. 

Secara gambaran besar, itu semacam fitur grup diskusi berbasis LINE, nantinya di sana kalian akan bergabung bersama seluruh siswa dari Inonesia sesuai dengan kelas dan jurusan yang sama. Kalian bisa berdiskusi, bertukar catatan, bertanya soal pelajaran, dan nantinya akan diterangkan langsung oleh tutor yang juga masuk ke dalam grup itu. Hmm menarik.

Setelah itu saya juga coba tanya ke Marla tentang kekurangan-kekurangan dari produk baru ruangguru itu. Marla pun menyebutkan beberapa kekurangannya

Kekurangan dari Ruangguru On The Go!
   
   1. Masih semi offline, kita hanya bisa mengakses video belajarnya saja tanpa kuota. Untuk rangkuman, kuis, dan pembahasan masih harus menggunakan kuota, karena tidak tercangkup di dalam OTG yang telah di aktivasi
     
  2. Berbeda tipe handphone, berbeda juga settingan OTGnya.

Marla: Nah gua baru tau juga nih Ri, kalau kode aktivasi ini cuma bisa digunain sama maksimal 2 handphone dengan akun yang sama. Terus dari 3 jenis voucher dengan kurikulum yang berbeda itu, kita cuma bisa pakai 1 nih.

Saya: Oh gitu Mar? Oke deh tengkyu banget ya infonya hehe.

Marla: Satu lagi nih, kalo lo udah kelar make itu OTG, USBnya bisa di format terus buat lo nyimpen data deh. Lumayan 16 gb Ri.

Saya: Haha lumayan banget dong     

Marla: Yup! Lumayan banget.

Gambar. Mentraktir Marla

Selesai Marla memberikan seluruh informasinya tentang isi dari kotak ruangguru On The Go itu, dia meminta saya untuk mentraktirnya di sebuah rumah makan tempat dulu kami sering makan bersama. Masih saja tidak berubah anak ini. Ya begitulah Marla, gesit, detail, cerewet, menyebalkan, tapi cerdas.


Download Ruangguru for Android 



Belakangan ini nama Ruangguru tengah menjadi perbincangan di banyak kalangan anak muda, terutama pelajar. Startup yang bergerak dibidang pendidikan ini baru saja memperkenalkan brand ambassador mereka, yaitu Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan. Pada saat perkenalan Iqbaal sebagai brand ambassador Ruangguru, beberapa produk Ruangguru pun diperkenalkan kepada publik. Nah, sebagai orang yang datang pada saat launching brand ambassador Rungguru di XXI Epicentrum beberapa pekan lalu, saya mau me-review salah satu produknya, yaitu Ruangbelajar. Saya hanya ingin membagikan informasi yang menurut saya berguna buat teman-teman sekalian, baik orang tua, remaja, juga anak-anak yang masih berada di bangku sekolah.

Launching Brand Ambassador dan Produk Baru Ruangguru


APA ITU RUANGGURU?   

Mungkin belum banyak dari teman-teman yang sudah mengenal Ruangguru. Ruangguru berdiri pada tahun 2014, yang merupakan sebuah karya dua anak muda Indonesia, yaitu Belva Devara dan Iman Usman. Lambat laun, Ruangguru menjadi perusahaan berbasis teknologi terbesar yang berfokus pada layanan pendidikan. Ruangguru sendiri memiliki lebih dari 6 juta pengguna dan telah mengelola lebih dari 150.000 guru. Selain itu, guru-guru yang terdaftar di Ruangguru, menawarkan jasa lebih dari 100 bidang pelajaran.

Perlu kalian tahu, Ruangguru juga memiliki komitmen untuk bermitra dengan pemerintah daerah. Komitmen Ruangguru adalah memberikan pendidikan yang berkualitas melalui Learning Management System (LMS). Sebanyak 32 dari 34 pemerintah provinsi telah bekerja sama dengan Ruangguru, dan setidaknya ada lebih dari 326 pemerintah kota dan kabupaten di Indonesia juga telah bekerja sama dengan Ruangguru.

Nah, untuk menjalankan komitmennya dalam memberikan pendidikan yang berkualitas, Ruangguru pun meluncurkan beberapa produk. Ada ruangbelajar, ruangles, ruanglesonline, ruangguru digitalbootcamp, ruangkelas, ruanguji, dan memiliki blog yang berisi konten-konten pengetahuan, mulai dari konten akademik sampai konten pengetahuan umum.

Oke, pertama-tama saya akan me-review produk ruangbelajar yang belum lama ini diluncurkan, dan dijelaskan pula saat acara launching brand ambassador Ruangguru.

APA ITU RUANGBELAJAR?

Ruangbelajar adalah sebuah produk berbasis aplikasi yang menyediakan berbagai fitur metode pembelajaran. Fitur-fitur pembelajaran digabungkan untuk memudahkan teman-teman mempelajari materi pelajaran yang sulit dimengerti. Kemudian yang membedakan ruangbelajar dengan aplikasi belajar lainnya yaitu teman-teman diberi tantangan untuk menyelesaikan setiap misi yang telah disusun secara runtut. Misinya sangat jelas, berkaitan dengan topik pelajaran yang dibutuhkan oleh teman-teman. Dengan adanya misi ini, tujuannya adalah teman-teman mampu memahami materi belajar dengan mudah.

Sumber. https://ruangguru.com/belajar

Topik-topik pelajaran yang bisa kamu akses mulai dari kurikulum KTSP, kurikulum 13, dan kurikulum 13 revisi. Semua konten materi belajar telah dikemas dan dirumuskan oleh master teacher yang berpengalaman dan memenuhi kualifikasi sesuai bidangnya. Dengan begitu, materi belajar yang bisa kamu akses tidak kaku, tidak membosankan, dan lebih mendalam.

FITUR-FITUR RUANGBELAJAR DAN KELEBIHANNYA
-        
      1. Video belajar animasi

Gambar. Video belajar animasi Matematika 

Pada video ini materi pelajaran akan dijelaskan oleh seorang tutor. Tutor akan menjelaskan materi belajar dengan memberikan contoh-contoh yang mudah dimengerti. Untuk memudahkan teman-teman dalam memahami contoh yang diberikan oleh tutor, setiap contoh akan muncul dalam bentuk animasi. Selain itu, background video pun dibuat sesuai dengan konteks materi yang dibahas, dan tentunya ada banyak warna di sana, sehingga mata kita tidak akan lelah.

Untuk durasi waktunya tidak terlalu panjang. Video belajar animasi ini berdurasi maksimal 10 menit. Meskipun durasinya tidak panjang, materi yang dijelaskan tutor sudah terbilang cukup. Kok bisa? Nah ini, seperti yang sudah saya bilang tadi, para tutor sudah merumuskan terlebih dahulu materi pembelajarannya agar lebih padat dan lebih mudah untuk dipahami. Jadi, materi pelajaran yang sudah ada, dibedah dan dikembangkan lagi oleh para tutor nih. Alhasil materi pelajaran yang kamu dapatkan itu sangat padat dan kontekstual. Dengan begitu materi pelajaran akan mudah untuk dipahami.

-        2. Kuis

Gambar. Kuis misi ruangbelajar

Setelah teman-teman menonton video belajar animasi, kalian akan diberikan kuis yang merupakan bentuk latihan soal sesuai dengan materi yang dijelaskan oleh tutor pada video animasi. Gunanya untuk mengetes apakah kalian sudah memahami materi yang dijelaskan sebelumnya.

Pada soal latihan terdapat pilihan jawaban. Tapi tenang aja, kalau kalian salah menjawab, akan muncul jawaban yang benar beserta penjelasannya. Jadi kalian bisa tahu nih di mana titik kesalahan kalian. Begitupun jika benar, kalian bisa melihat penjelasannya untuk menguatkan alasan kenapa kamu bisa menjawab dengan benar.

Gambar. Penjelasan jawaban yang benar

-        3. Video Belajar Tanpa Animasi  

Gambar. Video tanpa animasi Ruangbelajar

Selain video animasi, di ruangbelajar juga ada video tanpa animasi. Bedanya apa sih? Nah, bedanya kalau video animasi itu tutor akan menjelaskan pengertian-pengertian dan contoh-contohnya, kalau video belajar tanpa animasi ini tutor akan membedah dan membahas secara langsung materi dan soal pelajaran.

Tutor akan menulis dan membuat coretan-coretan dalam membahas materi. Materi yang dijelaskan masih berkaitan lho dengan video belajar animasi. Jadi ketika kalian sudah memahami pengertian dan contoh materinya, kalian akan diajak untuk memahami dan bagaimana menyelesaikan soal-soal pelajaran. Khusus untuk model video belajar yang satu ini, cuma tersedia di kelas 7 SMP sampai 12 SMA, baik untuk IPA maupun IPS.

Kalau saya boleh berpendapat, dengan video-video belajar ini pastinya kita akan sangat mudah memahami materi pelajaran bahkan bagaimana cara mengerjakan soal-soalnya. Itu sudah pasti, karena dijelaskan secara runtut dan sangat jelas. Ini pendapat saya setelah menyaksikan dan mencobanya langsung.

-       4. Rangkuman

Gambar. Rangkuman dapat diakses setelah misi selesai

Ini juga menarik nih teman-teman, menurut saya rangkuman pelajaran itu penting dan berguna banget. Karena kadang para pelajar termasuk yang saya rasakan dulu, kita sering kebingungan menentukan poin-poin mana yang penting dari sebuah materi pelajaran. Biasanya yang sering mencatat materi dan membuat rangkuman itu anak-anak yang rajin banget, kadang kan nggak enak juga kalau minta, jadinya ya kadang suka engga punya rangkuman sendiri, padahal penting banget.


Gambar. Rangkuman Matematika
Jadi dengan adanya rangkuman dari ruangbelajar ini, teman-teman bisa menggunakannya ketika ada materi yang berkaitan, atau seenggaknya bisa dibaca sewaktu-waktu kalau ingin mengingatnya. Daan yang jadi menarik lagi buat saya nih ya, pas diperlihatkan contoh rangkumannya, itu langsung menarik perhatian saya, karena rangkumannya dibuat dengan design yang bagus, ya semacam info grafis yang biasa kita lihat di berbagai platform media.

-          Latihan Soal Terakhir

Gambar. Score penyelesaian soal latihan terakhir
Pada latihan soal terakhir ini agak berbeda nih sama latihan soal sebelumnya. Di sini kalian akan diberikan tantangan untuk menjawab soal. Soal yang diberikan berhubungan dengan seluruh materi yang sudah dijelaskan melalui video-video pembelajaran sebelumnya, juga setelah kalian melihat rangkuman.

Saya juga diberikan kesempatan untuk mencoba latihan soal terahir ini. Nah, di sini kita diberikan waktu untuk menjawab soal-soalnya. Bedanya dengan latihan soal yang pertama, penjelasan tentang jawaban tidak langsung keluar begitu saja. Akan tetapi, penjelasan jawaban akan muncul setelah kita waktu yang diberikan habis dan setelah kita mendapatkan score akhir dari jawaban-jawaban soal tadi. Waktu itu saya bisa menjawab ke 10 soal, tapi yang benar cuma 5 hehe, dan itu saya kerjakan dalam waktu 38 detik. Untungnya ada penjelasan di akhir, jadi saya tahu di titik mana kesalahan jawaban saya.

Oke itu semua adalah fitur yang tersedia di ruangbelajar ya. Nah semuanya itu di atur secara runtut dalam bentuk satu misi, setiap topik pelajaran di tiap-tiap kelas memiliki misi yang harus diselesaikan.

For your information aja nih, di ruangbelajar tersedia materi pelajaran mulai dari kelas 4 SD-12 SMA. Tentunya pada setiap kelas memiliki misi yang berbeda, tergantung bobot materi pelajarannya. Selain itu, ada juga materi-materi pelajaran untuk kalian yang ingin mengikuti Ujian Nasional juga Ujian SBMPTN.

Gambar. Pilihan Kelas, Kurikulum, SBMPTN, dan Umum

Untuk mengakses semuanya itu, teman-teman harus berlangganan terlebih dahulu, untuk range harganya itu berbeda-beda tergantung kebutuhan teman-teman. Nah range harganya bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar. Daftar Harga

Beruntungnya saya bisa hadir di acara launching brand ambassador waktu itu. Jadi saya bisa mencobanya langsung. Oke, itu semua adalah kelebihan-kelebihan yang dimiliki ketika menggunakan ruangbelajar. Nah kurang afdol kalau saya ngga kasih penilaian tentang kekurangannya.

KEKURANGANNYA

Langsung aja nih ya, karena saya sudah mencobanya secara langsung jadi saya bisa memberikan pendapat tentang beberapa kekurangan dari produk ruangbelajar ini.

Pertama, size aplikasinya terlalu besar. Karena ruangbelajar adalah produk berbasis aplikasi, jadi untuk mengaksesnya pun harus menginstall terlebih dahulu aplikasinya. Sayangnya aplikasi ruangguru lumayan besar nih teman-teman, yaitu sebesar 27 mb. Jadi buat yang ruang penyimpanannya sudah melebihi kapasitas harus memilah-milah aplikasi mana yang harus di relakan untuk di hapus, supaya bisa menginstall aplikasi ini.

Gambar. Aplikasi Ruangguru

Kedua, kita ngga bisa memberikan komentar langsung pada saat menjalankan misinya. Misalnya kalau kita merasa videonya terlalu panjang atau terlalu cepat, atau tutor yang menjelaskannya kurang asik, kalau ada fitur untuk memberikan feedback saya rasa itu lebih enak, karena kita bisa memberikan masukan dan keluh kesah secara langsung.

Ketiga, untuk mengakses ruangbelajar, kita harus memiliki kuota. Nah menurut saya sih ini agak sedikit berat, karena dengan size yang besar otomatis bakalan menyedot kuota yang banyak. Mungkin kalau ada produk yang tidak mengharuskan menggunakan kuota bisa lebih asik. Soalnya masih ada beberapa daerah yang masih sulit untuk terhubung dengan jaringan internet.

Mungkin itu ya beberapa kekurangan yang menurut saya bisa diperhatikan oleh teman-teman sebagai pertimbangan. Ketiga kekurangan itu menurut sudut pandang saya ya. Teman-teman juga bisa memberikan masukan setelah mencobanya.  

Ada satu kelebihan yang menurut saya ini berguna banget buat para pelajar di Indonesia. Dengan menggunakan aplikasi ruangbelajar ini, kita ngga harus capek-capek bolak-balik ikut tambahan pelajaran yang jadwalnya pun engga bisa kita tentuin sendiri. Kalau pake ruangbelajar saya kira kalau teman-teman lagi main, lagi kerja kelompok, lagi males-malesan di tempat tidur, masih bisa mengisi waktunya buat belajar beberapa menit sesuai dengan waktu yang dipunya sama temen-temen.

Oke deh teman-teman, mungkin segitu dulu review yang bisa saya berikan kepada teman-teman. Kalau memang ada sebuah aplikasi atau hal-hal lainnya yang bisa menunjang belajar mengajar dengan baik, mungkin nanti bisa saya review. Semoga saya juga punya kesempatan lagi buat mencoba aplikasi lainnya yang dimiliki Ruangguru. Sekian, dan selamat mencoba.  

Nih saya kasih link aplikasinya:

Download Ruangguru for Android 

Download Ruangguru for iOS
Kali ini saya akan bercerita sedikit tentang metode belajar gaya baru yang belum lama ini saya temukan. Kita sama-sama tau kalau saat ini kita sedang berhadapan dengan percepatan teknologi. Dimana semua orang sedang aktif-aktifnya menggunakan berbagai platform digital. Oleh karena itu, setiap individu manusia hari ini (tanpa batasan usia) pasti menggunakan smartphone dan aktif berselancar dengan akses internetnya. Nah, yang jadi pertanyaan, seberapa efektifkah penggunaan internet bagi kalangan anak-anak yang sedang dalam masa perkembangan ini?

Oke seperti yang saya bilang di awal, saya akan menceritakan sedikit tentang metode belajar gaya baru. Jadi begini, belum lama ini iseng-iseng searching di google dengan keyword ‘bimbel online’. Dari hasil pencarian itu keluarlah di page 1 dan yang paling pertama adalah Ruangguru.com. Wuih ruangguru? Apa ini, oke langsung saya buka. Pertama yang muncul seperti di bawah ini




REVOLUSI BELAJAR, nah kalimat itu yang saya lihat pertama kali ketika linknya terbuka. Revolusi kan perubahan secara cepat ya, berarti perubahan secara cepat dalam belajar, hmm menarik nih buat saya yang segala halnya engga suka yang bertele-tele.
Lanjut lagi saya scroll ke bawah, nah disitu ketemu tulisan “Ruang Belajar” dan ada hyperlink “Coba Gratis”, karena penasaran yaudah mumpung gratis ya coba deh. Pas kebuka ada video materinya, saya klik dan video mulai. Setelah menonton video itu, sekarang saya beri penilaian;
·     
    Pertama video ini menarik banget buat belajar. Kenapa? Karena banyak banget animasi yang muncul sesuai dengan konteks materi yang di jelasin sama tutornya.
·    
    Kedua, membuat belajar lebih efektif, karena tutor memberikan contoh-contoh yang ada di sekitar kita, jadi bisa cepet pahamnya.
·       
      Ketiga, penekanan pada poin-poin penting materi, selalu dilakukan oleh tutor, jadi tau titik tekan poin mana aja yang penting.
·       Terakhir yang keempat, durasi videonya engga terlalu panjang jadi pas dan ngga bosenin.



Ternyata engga berhenti di video materi doang, pas scroll kebawah lagi ada beberapa hal yang bikin saya tertarik banget. Ternyata tersedia juga kuis dan latihan buat nguji sejauh mana saya benar-benar memahami materi yang dijelasin pada video. Terus nih ya, ada juga rangkuman materi yang sudah di pilah dan di design dengan bagus banget. Designnya ituloh ngga norak dan enak aja gitu buat di liat, jadi yang biasanya liat rangkuman males, nah ini enak banget buat diliat terus, lumayaan. Habis itu, ternyata kita bisa juga tukeran catatan, se Indonesia Raya lagi, Wew!! Biasanya mah kalau di kelas suka pada pelit ngeliatin catetannya, nah ini malah bisa tukeran sama banyak anak, hehe asiik.

Sampailah pada titik yang menegangkan, yaitu soal biaya, hahaha. Bukannya apa-apa, tapi kadang mikir siasat buat ngerayu orang tua itu lho yang agak susah. Pas scroll kebawah lagi ternyata ada tuh harganya, daaan jengjeeng murah coy, paket 1 tahun ajaran cuma Rp. 675.000, kalau mau per bulan Cuma Rp. 175.000, hehe btw kaya lagi promosi aja ya, tapi ngga papa lah berbagi pengalaman yang baik-baik itu kan engga dosa, itung-itung nguatin solidaritas sesama pelajar di Indonesia Raya.




Oke begitulah sedikit cerita saya sewaktu pertama kali bertemu dengan Ruangguru. Sekarang saya sudah berlangganan. Sebagai pelajar Indonesia yang baik dan bersahaja, saya saranin sih ikutan, daripada kuota abis buat buka yang engga-engga, atau main games ngga ada habisnya, mending itu smartphone dipake buat yang berguna sedikit. Bukannya sok ngajarin atau gimana nih ya, tapi yang jadi poin pentingnya, persaingan kedepan itu semakin berat. Nah, kalau kita engga pinter atau engga cerdas, terus masih males-malesan, yaudah deh tinggal nunggu tersingkirnya aja kita.  
Oleh : Fahri Abdillah
“Guru yang tak tahan kritik boleh masuk tempat sampah. Guru bukan dewa dan selalu benar. Dan murid bukan kerbau. (Soe Hok Gie)”

Berbicara tentang sistem pendidikan Indonesia. Lembaga-lembaga pendidikan tersebar di setiap sudut Nusantara. Hal ini dikarenakan pendidikan penting bagi masyarakat. Ki Hajar Dewantara seorang tokoh pejuang pendidikan mendifinisikan bahwa pendidikan adalah upaya untuk memajukan budi pekerti seperti kekuatan batin dan karakter, kemudian pikiran seperti intelektual dan tubuh anak. Inilah yang menjadi dasar mengapa pendidikan penting bagi masyarakat.

Namun tersebarnya lembaga pendidikan nyatanya belum mampu mengurangi angka pengangguran. Pasalnya system pendidikan yang terlalu didominasi oleh pengajar pada ahirnya membuat siswa tidak berkembang. Tanpa sadar mereka telah dipaksa untuk selaras dengan apa yang dilakukan oleh pengajarnya. Setiap pengajar yang terus menjejali teori tidak pernah memprediksikan bagaimana dampak yang dihasilkan. Hal ini berakibat pada penurunan mental serta tidak adanya bentuk kreatifitas yang di timbulkan oleh kaum pelajar. Berfikir hanya seperti pengajar tanpa pertimbangan kemudian adalah masalahnya.

Dalam pendidikan gaya bank yang di kritik oleh Paulo Freire, kita dapat melihat jelas hal itu terjadi pada pendidikan kita hari ini. System belajar mengajar di kelas  terlalu di dominasi oleh guru, sehingga mengakibatkan siswa tidak dapat berfikir secara bebas. Pandangan guru terhadap siswa bahwa mereka ibarat wadah kosong yang tidak berisi apa-apa terus terjadi di dalam lembaga pendidikan formal kita hari ini. Asumsinya ketika guru menganggap siswa sebagai wadah kosong, maka guru akan terus mengisi dengan berbagai macam teori pelajaran tanpa ada proses dialog antar guru dan siswanya. Tidak ada ruang yang di berikan oleh guru terhadap siswa dalam hal pengkritisan, mengakibatkan siswa tidak dapat secara luas membuka pikirannya.

Pendidikan gaya bank ini berdampak negative dalam pembentukan karakter siswa. Sepakat atau tidak bahwa hari ini mayoritas siswa tidak berani berpendapat ketika mereka memiliki pendapat yang berbeda. Menganggap siswa sebagai subyek pasif adalah problematika system pengajaran di berbagai lembaga pendidikan kita. Ditambah lagi jam pelajaran yang begitu padat tanpa di berikan waktu untuk mengikuti ekstrakulikuler dalam mengasah keterampilan membuat siswa tidak berkembang secara pemikiran dan keterampilan.

Ahirnya perspektif yang dibangun pada kaum pelajar bagaimana mereka dapat terus berkompetisi satu sama lainnya. Tidak adanya pandangan yang dibangun terhadap masalah pada masyarakat atau lingkungan sekitar adalah hal yang membuat hari ini kaum pelajar cenderung lebih mementingkan dirinya sendiri.

Masalah ini pun berdampak pada mahasiswa-mahasiswa hari ini. Sikap apatis yang terlihat menandakan bahwa teori yang dipelajari dalam dunia perkuliahan tidak berujung pada implementasi yang signifikan dalam menjawab masalah terkait. Budaya diskusi di kampus semakin sepi pun menggambarkan bahwa tidak adanya sikap kepedulian mahasiswa terkait pembahasan masalah yang menyangkut banyak pihak bahkan termasuk dirinya. Rasanya anggapan mahasiswa adalah agen perubahan tidak layak disandangkan pada mahasiswa dewasa ini. Sibuk mementingkan diri dan tidak peduli masalah dapat dijadikan alasan bahwa kaum pelajar kini lebih memilih untuk menyeamatkan diri.

Kiranya hal tersebut akan terus terjadi dan bertambah parah ketika pandangan-pandangan yang dibangun pada kaum pelajar  hanya sebatas kompetisi dan terus berkompetisi. Maka dengan menganggap pendidikan adalah sebuah kompetisi mereka akan berbondong-bondong memburu nilai tidak peduli benar atau salah apa yang diajarkan, yang penting sesuai dengan kemauan pengajar. Tidak adanya proses pengkritisan atau pertimbangan terkait teori yang diberikan dalam proses belajar mengajar adalah yang menjadi masalah.

Kita pun tidak bisa menyimpulkan bahwa ini murni kesalahan kaum pelajar. Gambaran mahasiswa hari ini adalah dampak dari system pendidikan yang terjadi ketika masih duduk di bangku sekolah dasar dan berujung pada bangku perkuliahan. Dalam proses belajar mengajar ketika pelajar tidak dihadapkan langsung pada masalah mungkin yang menjadi persoalan.

Kaum pelajar sudah seharusnya dihadapkan pada masalah yang terjadi di sekitarnya supaya pada ahirnya kaum pelajar tahu bagaimana realita sebenarnya. Bukan lagi di batasi dengan menjejali teori yang tidak jelas arahannya dan tanpa sadar menindas secara pemikiran. Memang pada dasarnya seseorang kini adalah gambaran bagaimana seseorang itu sebelumnya berada pada sebuah kultur yang terbentuk. Maka penanaman nilai dan pembentukan sebuah karakter sudah dimiliki oleh pendidikan sejak dini. Dengan begitu sikap pesimistis masyarakat terhadap kaum pelajar mulai berkurang. Pasalnya hari ini masyarakat masih pesimis dengan lahirnya kaum-kaum pelajar baru namun tidak diimbangi dengan kesadaran mereka terhadap realita sebenarnya.
the child may. Diberdayakan oleh Blogger.